Senin, 07 Maret 2016

Aliran Way Tuok

Dahulu saya berpikir bahwa danau dan sungai adalah hal yang sama. Ternyata sungai mengalir, sedangkan danau tidak ubahnya sebuah genangan air raksasa. Kembali, pikiran masa kecil saya mengarah ke danau, yang betapa ajaibnya ia sehingga tanah tak mampu menyerap air yang ia miliki, sebuah pertanyaan dari masa lalu : Apakah danau memiliki kemampuan menyumbat aliran air? Begitulah seorang anak kecil berpola pikir, mereka mudah sekali kagum dengan hal-hal remeh. (Sebenarnya tidaklah begitu remeh, mengingat otak saya yang sekarang juga takkan mampu menjawabnya tanpa bantuan om google.)

Perihal sungai-danau, sekolah masa kecil saya itu -yang berseragam merah putih- bersebelahan dengan anak sungai yang bermuara sampai ke lautan. Kadang riak air terdengar jelas ketika pelajaran dimulai.

Namun, anak sungai itu bukanlah satu-satunya sahabat bagi ruang kelasku, mari saya perkenalkan dengan satu lagi objek geografis yang menemani anak sungai berair keruh itu, yaitu adalah sebuah dataran tinggi yang bersekongkol dengan ruang kelas dan kantor guru untuk mengapit aliran anak sungai berbau kotoran manusia itu.

Kawan, tolong maafkanlah kami bocah-bocah SD karena terkadang kami lebih suka untuk membuang hajat di atas aliran sungai itu ketimbang harus menahan bau pesing wc sekolah. Toh ini juga berkat bantuan penduduk sekitar yang memang pola pikirnya sama dengan kami, bedanya, mereka mungkin tidak punya jamban di rumah masing-masing. Atau mungkin sebenarnya mereka punya? Karena menurut satu dari satu orang yang saya wawancara, alasannya prefer untuk "melakukannya" di sungai adalah karena sensasi segar hembusan angin yang melewati pohon dan tak jarang, ia membuat sensasi kesegaran itu sebagai kebutuhan primer, dan aksi membuang hajat di sungai sebagai kebutuhan sekunder.

***

It's gonna be another day for another story. Even though I have no idea why people read this, and how desperate you are if you're reading this right now. No, it's a joke. :P

3 komentar:

  1. kalo di liat liat lo ngeblog setahun sekali ya ? ehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kulihat bukan setahun sekali,udah ada kemajuan kok, dua postingan di tahun ini hehehe :D

      Hapus